Terastoday.id,BOLMONG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Dumoga Barat memasuki tahap baru. Sebanyak 1.117 siswa resmi tercatat sebagai penerima manfaat dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Uuwan.
Fasilitas milik Yayasan Bangkit Generasi Nusantara itu diresmikan di Desa Uuwan, Kamis (19/02/2026). Kehadiran dapur ini memperkuat jaringan distribusi MBG di wilayah pedesaan Bolaang Mongondow.
Peresmian dihadiri Wakil Bupati Bolaang Mongondow, Dony Lumenta, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Bolmong, I Ketut Kolak, unsur Forkopimcam Dumoga Barat, kepala sekolah, serta guru penerima manfaat.

Acara diawali doa bersama. Selanjutnya, laporan operasional disampaikan Kepala SPPG Uuwan, I Nyoman Triantri. Ia menyebutkan, dapur tersebut akan melayani 10 satuan pendidikan dengan total 1.117 siswa.
“Penyebaran layanan meliputi sebagian wilayah Kecamatan Dumoga Barat, di antaranya Desa Uuwan, Desa Ikhwan, dan sebagian wilayah Doloduo,” jelasnya.
Dalam sambutannya, Dony Lumenta menegaskan bahwa MBG merupakan program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Program ini bukan sekadar memberikan makanan untuk mengenyangkan. Yang terpenting adalah kandungan gizinya terpenuhi. Dengan porsi yang terukur, kebutuhan nutrisi harian anak-anak harus tercukupi,” tegas Dony.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap dapur MBG wajib diawasi tenaga gizi profesional.
“Setiap SPPG harus memiliki petugas gizi yang bertugas mengatur kebutuhan nutrisi harian penerima manfaat. Standar kualitas makanan harus dijaga secara konsisten,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wabup Dony menjelaskan bahwa berdasarkan petunjuk teknis 2025, penerima manfaat MBG mencakup ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta siswa jenjang TK hingga SMA dengan jumlah lebih dari 62 ribu orang di Bolmong.
Pada 2026, cakupan program diperluas dengan memasukkan guru sebagai penerima manfaat.
Saat ini, kuota dapur MBG di Kabupaten Bolaang Mongondow berjumlah 21 SPPG yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Penambahan titik layanan tersebut kata Wakil Bupati, akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan daerah.
Menutup sambutannya, Wakil Bupati menekankan aspek profesionalisme pengelola dapur.
“Saya mengingatkan agar selalu memperhatikan kehigienisan makanan, ketepatan waktu dalam menyiapkan dan menyalurkan, serta menjaga kualitas pelayanan. Ini menyangkut kesehatan dan masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.







