Paripurna DPRD Bolsel, Tambahan Rp13,8 Miliar APBD 2026 Menyasar Jalan hingga Beasiswa

Pemkab Bolsel Dapat Tambahan Rp13,8 Miliar, PPPK Paruh Waktu Juga Dapat Penyesuaian Gaji

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terastoday.id,BOLSEL – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menggelar rapat paripurna dalam rangka Pembicaraan Tingkat II atas penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.

Rapat paripurna berlangsung di ruang paripurna Kantor DPRD Bolsel, Jumat (14/8/2026), dan menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penetapan Perubahan APBD 2026.

Paripurna dipimpin Ketua DPRD Bolsel Arifin Olii, didampingi Wakil Ketua Ridwan Olii dan Jelfi Djauhari. Hadir pula Bupati Bolsel Iskandar Kamaru, unsur Forkopimda, anggota DPRD, serta jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Bolsel.

Penetapan Perubahan APBD 2026 tersebut sekaligus menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam menyusun kebijakan anggaran yang disesuaikan dengan program prioritas pembangunan dan kebutuhan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Iskandar Kamaru menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bolsel memperoleh tambahan anggaran sebesar Rp13,8 miliar berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 198 Tahun 2026.

Baca Juga :  Jejak Pemodal PETI Lokosina Mulai Terendus, Nama Deizy-Egen hingga Petinggi Polda Disebut

“Tambahan anggaran ini akan kita fokuskan pada program prioritas yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Iskandar.

Menurut Bupati, tambahan anggaran tersebut akan dialokasikan untuk sejumlah kebutuhan strategis. Di antaranya revitalisasi jalan, alokasi dana desa, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penyediaan cadangan beras.

Anggaran juga diarahkan untuk mendukung pelaksanaan pemilihan Sangadi, penyesuaian BPJS, penambahan dokter spesialis jantung, serta perbaikan asrama mahasiswa Bolsel di Gorontalo.

Selain itu, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk perlengkapan siswa SMP, beasiswa akhir studi dan program anak asuh.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan kebijakan terkait perpanjangan masa kontrak ASN PPPK Paruh Waktu hingga Desember 2026.

Kebijakan itu disertai penyesuaian tambahan gaji sebesar Rp250 ribu per bulan yang mulai diberikan pada Oktober hingga Desember 2026.

Baca Juga :  Dugaan Nepotisme di Bolsel: Anak Kadishub Disebut Jadi Honorer Meski Tak Pernah Masuk Kerja

“Kita berharap kebijakan ini dapat memberikan kepastian dan mendukung kesejahteraan para PPPK Paruh Waktu,” ungkapnya.

Iskandar menegaskan, pelaksanaan Perubahan APBD harus dilakukan secara efektif, efisien, transparan, serta tepat sasaran. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk ikut mengawal penggunaan anggaran sehingga setiap program yang dibiayai pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Mari kita kawal bersama agar anggaran ini benar-benar memberikan manfaat dan mendorong kemajuan daerah,” tutur Bupati.

Ia menambahkan, sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi salah satu kunci agar kebijakan anggaran mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Bolsel.

Dalam rapat paripurna tersebut, Pemerintah Kabupaten Bolsel juga mengajukan Ranperda Inisiatif Pemerintah Daerah yang berada di luar Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda).

Berita Terkait

Bidik Pasar Jepang, Bolsel Matangkan Kerja Sama Sister City dengan Nakanoto
BNN Siap Tes Urine Pejabat dan DPRD Bolsel, Tinggal Tunggu Permintaan Bupati
Potensi Gesekan Muncul, Pemkab Bolsel Setop Sementara Tambang Batu Hitam Tolutu
Bangunan 11 KDMP di Bolsel Tuntas, Dandim Pastikan Fasilitas Tak Boleh Kurang
Wabup Deddy Minta Inspektorat Jadi Mitra Strategis, Awasi Keuangan Desa Sejak Dini
Jejak Pemodal PETI Lokosina Mulai Terendus, Nama Deizy-Egen hingga Petinggi Polda Disebut
Dugaan Mafia Solar SPBU Soguo Masuk Radar Kejaksaan, Kacabjari: Kami Tindak Tegas Siapapun yang Terlibat!
Oknum DPRD Bolsel dan Karyawan SPBU Soguo Diduga Jadi Mafia Solar, Harga Jual Tembus 3 Kali Lipat
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 20:10 WIB

Bidik Pasar Jepang, Bolsel Matangkan Kerja Sama Sister City dengan Nakanoto

Rabu, 2 September 2026 - 12:38 WIB

BNN Siap Tes Urine Pejabat dan DPRD Bolsel, Tinggal Tunggu Permintaan Bupati

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:47 WIB

Potensi Gesekan Muncul, Pemkab Bolsel Setop Sementara Tambang Batu Hitam Tolutu

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:28 WIB

Wabup Deddy Minta Inspektorat Jadi Mitra Strategis, Awasi Keuangan Desa Sejak Dini

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Jejak Pemodal PETI Lokosina Mulai Terendus, Nama Deizy-Egen hingga Petinggi Polda Disebut

Berita Terbaru