Terastoday.id,BOLMONG — Ketepatan sasaran penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Doloduo Satu kembali menjadi sorotan. Dari 10 Kepala Keluarga (KK) yang tercatat sebagai penerima aktif, empat di antaranya mengalami kenaikan desil berdasarkan pemutakhiran data.
Kondisi tersebut terungkap dalam rapat bersama Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH yang digelar di Kantor Desa Doloduo Satu, Rabu (12/8/2026).
Rapat yang dirangkaikan dengan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) itu turut dihadiri Sangadi Doloduo Satu, Rubianto Bonde, Ketua dan Anggota BPD, Sekretaris Desa Doloduo Satu, Suharja Bonde serta jajaran perangkat desa dan peserta rapat lainnya.
Persoalan data menjadi salah satu pembahasan utama. Dari empat KPM yang mengalami perubahan desil, terdapat satu penerima yang tercatat mengalami perubahan cukup jauh, yakni dari Desil 3 menjadi Desil 6 berdasarkan sumber data BKKBN.
Perubahan tersebut menjadi sinyal bahwa kondisi sosial ekonomi penerima perlu kembali diperiksa. Sebab, data penerima bantuan sosial semestinya terus diperbarui agar bantuan tidak berhenti pada nama yang tercatat, tetapi benar-benar menyasar keluarga yang masih memenuhi kriteria.
“Data penerima PKH harus terus diperhatikan dan diperbarui. Kalau kondisi ekonomi keluarga sudah berubah, tentu harus ada penyesuaian sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Rubianto Bonde dalam rapat tersebut.
Tak hanya soal perubahan desil. Dari 10 KPM aktif, satu penerima juga diketahui tidak hadir dalam kegiatan P2K2. Ketidakhadiran itu menjadi perhatian karena penerima yang bersangkutan tercatat mengalami kenaikan desil.
Di sisi lain, rapat juga membahas adanya satu penerima yang terindikasi terkait aktivitas judi online (judol). Informasi tersebut masih memerlukan verifikasi dan tidak dapat serta-merta dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran.
Menurut Rubianto, indikasi tersebut tetap menjadi catatan serius mengingat PKH merupakan bantuan sosial yang ditujukan bagi keluarga yang memenuhi kriteria penerima manfaat.
Ditempat yang sama, Wardaningsih, SE, selaku pendamping Bansos PKH menegaskan, pentingnya memastikan data KPM tetap sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Pemutakhiran data sangat penting. Perubahan desil harus menjadi perhatian karena data sosial ekonomi penerima bisa berubah. Kami akan mengikuti mekanisme yang berlaku dalam melakukan verifikasi dan pemutakhiran data,” kata Pendamping Bansos PKH.
“Dengan jumlah penerima aktif yang hanya 10 KK, temuan empat KPM yang mengalami kenaikan desil bukan perkara kecil. Angka tersebut berarti 40 persen penerima aktif tercatat mengalami perubahan pada klasifikasi desilnya,” pungkasnya.







