Terastoday.id,BOLSEL – Dugaan permainan dalam penyaluran solar bersubsidi di SPBU Soguo, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), mulai menarik perhatian aparat penegak hukum.
Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Dumoga menyatakan tidak menutup mata terhadap informasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait dugaan penyimpangan BBM bersubsidi tersebut.
Kepala Cabjari Dumoga, Prima Poluakan, SH, MH, menegaskan pihaknya siap menindaklanjuti informasi maupun laporan yang disampaikan masyarakat.
Menurut Prima, kejaksaan memiliki mekanisme untuk menelaah setiap laporan yang masuk. Karena itu, masyarakat yang mengetahui adanya dugaan penyimpangan diminta tidak berhenti pada keluhan, tetapi menyampaikannya kepada aparat penegak hukum.
“Kalau ada laporan terkait dugaan tersebut, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku,” ujar Prima saat dikonfirmasi awak media, Jumat (21/8/2026).
Kejaksaan Buka Pintu Pengaduan
Pernyataan Kacabjari Dumoga tersebut sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan dugaan permainan solar yang selama ini menjadi sorotan.
Prima menyebut laporan dapat disampaikan oleh siapa saja yang memiliki informasi mengenai dugaan tersebut.
“Kami menunggu laporan dari pihak mana pun terkait dugaan mafia solar tersebut,” katanya.
Namun, Prima menegaskan proses penanganan tidak dapat hanya bertumpu pada informasi atau tudingan. Data, fakta dan bukti menjadi bagian penting untuk menentukan apakah dugaan tersebut memiliki dasar yang dapat ditindaklanjuti secara hukum.
Di tengah kekhawatiran masyarakat untuk melaporkan dugaan penyimpangan, Prima memberikan jaminan mengenai keamanan identitas pelapor.
“Identitas pelapor akan kami rahasiakan,” tegasnya.
Dugaan permainan solar di SPBU Soguo mencuat setelah sejumlah sopir ekspedisi lintas Manado-Palu mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar bersubsidi.
Mereka mengklaim solar yang dijual secara resmi dengan harga Rp6.800 per liter diduga dapat diperoleh melalui pihak tertentu dengan harga mencapai Rp11 ribu hingga Rp15 ribu per liter.
Para sopir juga mempertanyakan sistem pengisian menggunakan barcode serta dugaan adanya kendaraan tertentu yang bisa melakukan pengisian lebih dari satu kali dalam sehari.
Di sisi lain, Penanggung Jawab SPBU Soguo, Har Bunsal, membantah adanya perubahan harga solar di SPBU.
Ia memastikan harga yang diberlakukan tetap mengikuti harga resmi.
“Solar masih harga Pertamina Rp6.800 per liter,” kata Har.
Terkait dugaan solar tersebut kembali diperjualbelikan dengan harga hingga Rp15 ribu per liter, Har mengaku belum mengetahui informasi tersebut.
“Kalau yang ini saya belum tahu,” ujarnya.







