Terastoday.id,BOLSEL — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) mulai menyiapkan langkah konkret untuk membuka akses kerja sama dengan Jepang. Tak hanya membidik investasi, Pemkab Bolsel juga menargetkan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program magang bagi 50 orang ke Jepang.
Langkah tersebut menjadi bagian dari rintisan kerja sama sister city antara Kabupaten Bolsel dan Kota Nakanoto, Prefektur Ishikawa, Jepang.
Pemkab Bolsel mematangkan rencana tersebut melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kajian Strategis Pemetaan Potensi Daerah dan Analisis Komplementer Rintisan Kerja Sama Sister City yang digelar di Ruang Rapat Berkah Kantor Bupati Bolsel, Selasa (8/9/2026).
FGD dibuka Bupati Bolsel Iskandar Kamaru, didampingi Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid.
Bagi pemerintah daerah, kajian ini menjadi penting karena kerja sama dengan mitra luar negeri membutuhkan pemetaan potensi yang jelas. Karena itu, Bolsel menggandeng Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPPM) Universitas Muhammadiyah Gorontalo untuk memberikan dukungan akademik dalam penyusunan kajian tersebut.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan antara Bappelitbangda Bolsel dan LPPPM Universitas Muhammadiyah Gorontalo.
Dari kajian tersebut, Pemkab Bolsel ingin memastikan potensi yang ditawarkan kepada calon mitra di Jepang memiliki dasar data yang kuat, sekaligus sesuai dengan ketentuan kerja sama luar negeri.
Di sektor ekonomi, peluang yang tengah dipersiapkan cukup besar. Bupati Iskandar Kamaru mengungkapkan, pemerintah daerah sedang memproses sejumlah peluang kerja sama investasi strategis bersama PT INA, terutama untuk mengembangkan sektor perikanan.
Rencana itu antara lain mencakup pembangunan pabrik tepung ikan, fasilitas cold storage untuk menampung hasil tangkapan nelayan serta pengembangan kawasan kampung ekspor.
Jika terealisasi, fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah hasil perikanan, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk daerah.
Dukungan terhadap rencana tersebut juga datang dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang disebut siap menghibahkan lahan di sekitar Pelabuhan Dudepo.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara siap menghibahkan lahan di sekitar Pelabuhan Dudepo untuk mendukung kelancaran proyek ini. Sementara kajian teknis mengenai potensi daerah akan kita susun bersama Universitas Muhammadiyah Gorontalo agar seluruh prosesnya dapat memenuhi regulasi kerja sama luar negeri,” kata Iskandar.
Namun, pemerintah daerah tidak ingin hubungan dengan Jepang hanya berhenti pada pembangunan fisik dan investasi.
Penguatan sumber daya manusia juga ditempatkan sebagai salah satu sasaran utama.
Pada tahap awal, Pemkab Bolsel merencanakan program rekrutmen dan pelatihan bagi 50 peserta yang akan mengikuti program magang di Jepang.
Peserta nantinya diharapkan berasal dari berbagai bidang, di antaranya perikanan, pertanian, pengolahan makanan hingga keperawatan.
Menurut Iskandar, program tersebut penting agar masyarakat Bolsel memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pengalaman kerja sekaligus meningkatkan keterampilan melalui pengalaman langsung di Jepang.
“Jadi bukan hanya investasi dalam bentuk pembangunan fisik, tetapi kita juga ingin ada investasi terhadap sumber daya manusia. Anak-anak Bolsel harus diberikan kesempatan untuk belajar, mendapatkan pengalaman dan meningkatkan keterampilan melalui program magang di Jepang,” ujarnya.
Rintisan sister city dengan Kota Nakanoto kemudian diharapkan menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas.
Tidak hanya menyangkut investasi, hubungan antardaerah tersebut dapat diarahkan pada pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas SDM, pengembangan ekonomi, hingga perluasan peluang kerja.
Karena itu, Iskandar meminta kajian yang disusun bersama perguruan tinggi tersebut mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai potensi Bolsel yang dapat ditawarkan kepada mitra di Jepang.
Target akhirnya bukan sekadar terbentuknya hubungan antardaerah, tetapi lahirnya kerja sama yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Harapan kita, kerja sama ini nantinya memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Bolsel, baik melalui investasi, peningkatan ekonomi, pembukaan lapangan kerja maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia,” pungkasnya.







