Terastoday.id,BOLMONG– Banjir genangan akibat luapan sungai merendam dua desa di Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Senin (20/4/2026) sekitar pukul 17.00 WITA.
Diketahui, hujan dengan intensitas tinggi memicu meningkatnya debit air sungai hingga meluap ke permukiman warga. Kondisi ini diperparah dengan tidak tersedianya sistem drainase yang memadai, sehingga genangan air mencapai ketinggian 30 hingga 60 sentimeter.
Adapun Dua desa terdampak yakni Desa Tungoi I dan Desa Tungoi II, Kecamatan Lolayan. Data sementara mencatat, di Desa Tungoi I terdapat 53 rumah terdampak dengan 59 kepala keluarga atau 184 jiwa, termasuk 23 lansia dan 16 balita. Sementara di Desa Tungoi II, sebanyak 18 rumah terdampak dengan 18 kepala keluarga atau 57 jiwa, termasuk dua balita. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Terkait hal itu, Sekretaris sekaligus Plt Kepala BPBD Bolmong, Chandra Mokoginta dalam laporannya menegaskan, bahwa pihaknya langsung bergerak cepat begitu menerima laporan.
“Tim Reaksi Cepat langsung kami turunkan untuk melakukan kaji cepat serta memastikan kondisi warga di lokasi terdampak,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan.
“Kami meminta warga tetap siaga. Jika terjadi peningkatan debit air, segera lakukan evakuasi mandiri demi keselamatan,” tegasnya.
Ia menambahkan, sebelumnya Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi, telah menetapkan status siaga darurat bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang berlaku pada 18 hingga 31 Maret 2026.
“Kebijakan tersebut menjadi dasar kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi,” terangnya.
Sebagai langkah penanganan, BPBD melalui Pusdalops telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengatasi penyebab utama banjir.







