Dua Desa di Lolayan Terendam Banjir, BPBD Bolmong Lakukan Penanganan Cepat

Genangan Air Capai 60 cm Rendam Permukiman, BPBD Lakukan Kaji Cepat dan Koordinasi Penanganan

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 22:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terastoday.id,BOLMONG– Banjir genangan akibat luapan sungai merendam dua desa di Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Senin (20/4/2026) sekitar pukul 17.00 WITA.

Diketahui, hujan dengan intensitas tinggi memicu meningkatnya debit air sungai hingga meluap ke permukiman warga. Kondisi ini diperparah dengan tidak tersedianya sistem drainase yang memadai, sehingga genangan air mencapai ketinggian 30 hingga 60 sentimeter.

Adapun Dua desa terdampak yakni Desa Tungoi I dan Desa Tungoi II, Kecamatan Lolayan. Data sementara mencatat, di Desa Tungoi I terdapat 53 rumah terdampak dengan 59 kepala keluarga atau 184 jiwa, termasuk 23 lansia dan 16 balita. Sementara di Desa Tungoi II, sebanyak 18 rumah terdampak dengan 18 kepala keluarga atau 57 jiwa, termasuk dua balita. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Baca Juga :  Dua Peserta Bersaing Ketat, Seleksi Kasi Kesejahteraan Doloduo Tiga Berakhir Sukses

Terkait hal itu, Sekretaris sekaligus Plt Kepala BPBD Bolmong, Chandra Mokoginta dalam laporannya menegaskan, bahwa pihaknya langsung bergerak cepat begitu menerima laporan.

“Tim Reaksi Cepat langsung kami turunkan untuk melakukan kaji cepat serta memastikan kondisi warga di lokasi terdampak,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan.

Baca Juga :  Miris, Kebakaran SMP Matayangan Diduga Jadi Bahan Candaan di Grup P3K Bolmong

“Kami meminta warga tetap siaga. Jika terjadi peningkatan debit air, segera lakukan evakuasi mandiri demi keselamatan,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebelumnya Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi, telah menetapkan status siaga darurat bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang berlaku pada 18 hingga 31 Maret 2026.

“Kebijakan tersebut menjadi dasar kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi,” terangnya.

Sebagai langkah penanganan, BPBD melalui Pusdalops telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengatasi penyebab utama banjir.

Berita Terkait

Pemkab Bolmong Gelar Rakor Kamtibmas, Bahas Situasi Tonom–Ibolian dan Keamanan Dumoga Raya
Dony Lumenta Minta BI Dukung Pemerataan Internet dan Pengembangan UMKM Bolmong
Miris, Kebakaran SMP Matayangan Diduga Jadi Bahan Candaan di Grup P3K Bolmong
Wabup Dony Lumenta Usulkan 620 Calon Sasaran Perluasan Akses Listrik di Perdesaan
Bupati Yusra Imbau Pemuka Agama Gelar Doa Minta Hujan di Tengah Kemarau
Bupati Bolmong Dorong Kepastian Hukum Masyarakat Lewat Kerja Sama ATR/BPN
Isi Kekosongan Jabatan, Pemkab Bolmong Tunjuk Dua Pejabat Jadi Plt
Wabup Bolsel Dukung Hilirisasi Kelapa untuk Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Forum Diseminasi BI
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Pemkab Bolmong Gelar Rakor Kamtibmas, Bahas Situasi Tonom–Ibolian dan Keamanan Dumoga Raya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Dony Lumenta Minta BI Dukung Pemerataan Internet dan Pengembangan UMKM Bolmong

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:13 WIB

Miris, Kebakaran SMP Matayangan Diduga Jadi Bahan Candaan di Grup P3K Bolmong

Senin, 21 September 2026 - 15:58 WIB

Wabup Dony Lumenta Usulkan 620 Calon Sasaran Perluasan Akses Listrik di Perdesaan

Kamis, 17 September 2026 - 13:29 WIB

Bupati Yusra Imbau Pemuka Agama Gelar Doa Minta Hujan di Tengah Kemarau

Berita Terbaru