Terastoday.id,BOLSEL– Upaya pemulihan lingkungan pascatambang di wilayah Totabuan kembali mendapat perhatian serius. Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) H. Iskandar Kamaru turut ambil bagian dalam aksi penanaman pohon serentak di kawasan eks tambang Desa Pusian, Kabupaten Bolaang Mongondow, Jumat (6/2/2026).
Aksi rehabilitasi tersebut dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Utara Jacob H. Pettipellohy, SH, MH, Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsy, serta jajaran Forkopimda Sulawesi Utara.

Kehadiran para kepala daerah dan unsur penegak hukum ini menandai penguatan kolaborasi lintas wilayah dan institusi dalam menjawab persoalan lingkungan hidup yang ditinggalkan aktivitas pertambangan.
Program penanaman pohon ini diarahkan pada pemulihan fungsi ekologis lahan yang mengalami degradasi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi antar pemerintah daerah, khususnya antara Pemkab Bolsel dan Pemkab Bolmong, dalam menyatukan langkah menghadapi tantangan lingkungan di kawasan Totabuan.
Di sisi lain, rehabilitasi ini diposisikan sebagai langkah preventif untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan meminimalkan risiko bencana ekologis.
Bupati Iskandar menegaskan bahwa keterlibatan Pemerintah Kabupaten Bolsel dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus komitmen jangka panjang terhadap keberlanjutan lingkungan.
Menurutnya, pemulihan alam tidak dapat dipisahkan dari kepentingan generasi mendatang. Oleh karena itu, kerja sama lintas daerah menjadi kunci agar upaya rehabilitasi tidak berhenti pada kegiatan simbolik semata.
“Lingkungan bukan hanya soal hari ini, tetapi tentang masa depan. Apa yang kita lakukan sekarang akan menentukan kondisi alam yang diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Bupati Iskandar.
Ia juga mengingatkan bahwa rehabilitasi lahan pascatambang membutuhkan konsistensi dan keseriusan semua pihak.
Tanpa sinergi yang kuat, upaya pemulihan hanya akan menjadi rutinitas tanpa dampak nyata bagi masyarakat sekitar.
“Rehabilitasi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan tanggung jawab bersama agar lahan kembali produktif, aman, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tandas Bupati Iskandar yang dikenal dekat dengan Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid itu.







