Terastoday.id,SULUT– Banjir kembali merendam Desa Bakan, Kecamatan Lolayan. Sejumlah rumah warga terdampak, perabotan rusak, dan aktivitas ekonomi terganggu. Di tengah situasi tersebut, PT J Resources Bolaang Mongondow (PT JRBM) justru menggelar kegiatan bertajuk “Ramadhan Fest”.
Langkah itu memicu tanda tanya di kalangan masyarakat. Warga menilai momentum tersebut tidak sejalan dengan kondisi yang sedang mereka alami.
Seorang warga Desa Bakan yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku kecewa atas sikap perusahaan.
“Kami masih sibuk bersihkan lumpur di rumah. Barang-barang banyak yang rusak. Tapi yang kami lihat justru acara festival. Terus terang kami merasa seperti tidak dianggap,” ujarnya.
Menurutnya, warga lebih membutuhkan perhatian nyata ketimbang kegiatan seremonial. Bantuan untuk perbaikan rumah, normalisasi drainase, hingga kepastian soal pencegahan banjir dinilai jauh lebih mendesak.
“Kalau memang mau bantu di bulan Ramadhan, bantu kami bangun kembali yang rusak. Jangan cuma bikin acara. Kami ini butuh solusi, bukan hiburan,” tambahnya.
Antara CSR dan Empati Sosial
Sebagai perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah lingkar tambang Bakan, PT JRBM memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan. Corporate Social Responsibility (CSR) semestinya dijalankan secara kontekstual, terutama saat masyarakat menghadapi bencana.
Banjir yang terjadi berulang kali di kawasan tersebut telah lama menjadi perhatian publik. Meski penyebabnya perlu dikaji secara komprehensif, masyarakat berharap perusahaan tidak abai terhadap dampak lingkungan dan sosial yang dirasakan warga.
Ramadan dikenal sebagai bulan kepedulian. Namun kepedulian, menurut warga, harus diwujudkan dalam langkah konkret dan berkelanjutan. Festival bisa saja digelar, tetapi pemulihan pascabencana tetap menjadi prioritas utama.
Penulis : Chandra Mokoagow







