TERASTODAY.ID, MANADO — Wakil Bupati Bolaang Mongondow, Dony Lumenta, meminta perhatian terhadap keterbatasan jaringan internet di wilayah terpencil serta kebutuhan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerahnya.
Aspirasi tersebut disampaikan Dony dalam High Level Meeting (HLM) bertema “Membangun Fondasi Fiskal Daerah yang Kuat melalui Optimalisasi Digitalisasi Pendapatan Asli Daerah” di The Sentra Hotel Manado, Selasa (20/10/2026).
Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, Dony menyoroti keterbatasan akses internet di sejumlah wilayah Bolmong yang dinilai berpotensi menghambat penerapan digitalisasi pemerintahan, termasuk upaya meningkatkan pelayanan publik dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Masyarakat di wilayah terpencil juga berhak mendapatkan kesempatan yang sama dalam menikmati kemajuan teknologi, mengakses pelayanan pemerintah, serta memperoleh manfaat dari berbagai program pembangunan,” tegas Dony.

Ia berharap Bank Indonesia dapat memberikan dukungan berupa perangkat penunjang jaringan internet untuk membantu mengatasi keterbatasan akses di wilayah yang belum terlayani secara memadai.
Selain persoalan infrastruktur digital, Dony turut menyampaikan kebutuhan dukungan bagi pelaku UMKM lokal. Menurutnya, pengembangan usaha masyarakat perlu mendapat perhatian agar pelaku UMKM dapat meningkatkan daya saing dan pendapatan keluarga.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi UMKM Bolmong untuk berkembang sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat lokal.
Menanggapi aspirasi tersebut, pihak Bank Indonesia menyatakan akan mengakomodasi dan menindaklanjuti usulan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow. Hal itu mencakup kebutuhan perangkat penunjang jaringan internet di wilayah terpencil serta dukungan bagi pengembangan UMKM.

Bank Indonesia juga meminta pemerintah daerah menyampaikan usulan resmi agar kebutuhan tersebut dapat diproses sesuai mekanisme yang berlaku.
Dengan demikian, pemerintah daerah perlu menyiapkan usulan secara formal sebagai tindak lanjut atas kebutuhan yang telah disampaikan dalam forum tersebut. Adapun realisasi dukungan masih bergantung pada proses dan mekanisme yang berlaku.
HLM tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara, J. Victor Mailangkay. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya digitalisasi untuk meningkatkan PAD dan kualitas pelayanan publik.
Digitalisasi pembayaran diharapkan dapat mendorong kepatuhan wajib pajak, mengoptimalkan penerimaan daerah, serta mendukung pembiayaan pembangunan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Bank Indonesia, Bank SulutGo, para bupati dan wakil bupati se-Sulawesi Utara, sekretaris daerah kabupaten/kota, serta Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow.







