Ramadhan Fest di Tengah Luka Banjir Bakan, Warga Pertanyakan Kepedulian PT JRBM

Warga Bakan Kecewa, PT JRBM Dinilai Abai di Saat Banjir Melanda

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 21:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terastoday.id,SULUT– Banjir kembali merendam Desa Bakan, Kecamatan Lolayan. Sejumlah rumah warga terdampak, perabotan rusak, dan aktivitas ekonomi terganggu. Di tengah situasi tersebut, PT J Resources Bolaang Mongondow (PT JRBM) justru menggelar kegiatan bertajuk “Ramadhan Fest”.

Langkah itu memicu tanda tanya di kalangan masyarakat. Warga menilai momentum tersebut tidak sejalan dengan kondisi yang sedang mereka alami.

Seorang warga Desa Bakan yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku kecewa atas sikap perusahaan.

“Kami masih sibuk bersihkan lumpur di rumah. Barang-barang banyak yang rusak. Tapi yang kami lihat justru acara festival. Terus terang kami merasa seperti tidak dianggap,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Iskandar Hadiri RUPS BSG, Apresiasi Kinerja dan Rencana Strategis 2026

Menurutnya, warga lebih membutuhkan perhatian nyata ketimbang kegiatan seremonial. Bantuan untuk perbaikan rumah, normalisasi drainase, hingga kepastian soal pencegahan banjir dinilai jauh lebih mendesak.

“Kalau memang mau bantu di bulan Ramadhan, bantu kami bangun kembali yang rusak. Jangan cuma bikin acara. Kami ini butuh solusi, bukan hiburan,” tambahnya.

Antara CSR dan Empati Sosial

Sebagai perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah lingkar tambang Bakan, PT JRBM memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan. Corporate Social Responsibility (CSR) semestinya dijalankan secara kontekstual, terutama saat masyarakat menghadapi bencana.

Baca Juga :  Wabup Deddy Abdul Hamid Cermati Arah Ekonomi Sulut dan Peluang Dunia Usaha

Banjir yang terjadi berulang kali di kawasan tersebut telah lama menjadi perhatian publik. Meski penyebabnya perlu dikaji secara komprehensif, masyarakat berharap perusahaan tidak abai terhadap dampak lingkungan dan sosial yang dirasakan warga.

Ramadan dikenal sebagai bulan kepedulian. Namun kepedulian, menurut warga, harus diwujudkan dalam langkah konkret dan berkelanjutan. Festival bisa saja digelar, tetapi pemulihan pascabencana tetap menjadi prioritas utama.

Penulis : Chandra Mokoagow

Berita Terkait

Wabup Deddy Abdul Hamid Cermati Arah Ekonomi Sulut dan Peluang Dunia Usaha
Empat Hari Setelah Dibuka Wali Kota, Tournament TIDAR Drag Race Upai Berujung Tragedi
Drag Race Upai Berujung Maut, 16 Orang Jadi Korban di Lintasan
Jelang Kedatangan UAS, Polres Kotamobagu Gelar Apel Pengamanan Berskala Besar
Hadir di Musda XI, Wabup Bolsel Tekankan Masa Depan Pramuka Sulut
Yasti Soepredjo Mokoagow Berikan Hadiah Umroh Gratis untuk Pengurus BKMT Sulut
Sinyal Gubernur YSK ke Tahlis Galang untuk Kembali Jabat Sekprov Definitif
Konsolidasi Awal 2026–2031, DPW PKB Sulut Panaskan Mesin Organisasi
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 21:35 WIB

Wabup Deddy Abdul Hamid Cermati Arah Ekonomi Sulut dan Peluang Dunia Usaha

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Empat Hari Setelah Dibuka Wali Kota, Tournament TIDAR Drag Race Upai Berujung Tragedi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:42 WIB

Drag Race Upai Berujung Maut, 16 Orang Jadi Korban di Lintasan

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:20 WIB

Jelang Kedatangan UAS, Polres Kotamobagu Gelar Apel Pengamanan Berskala Besar

Jumat, 10 April 2026 - 15:44 WIB

Hadir di Musda XI, Wabup Bolsel Tekankan Masa Depan Pramuka Sulut

Berita Terbaru