Terastoday.id,BOLSEL– Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) tercatat meningkat dari 69 menjadi 70,3 persen. Capaian itu mengemuka dalam High Level Meeting (HLM) yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara di Manado, Senin (23/2/2026).
Kenaikan IPM Bolsel disampaikan dalam forum yang turut dihadiri Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay. Para kepala daerah serta unsur perbankan ikut hadir.
Bupati Bolsel, Iskandar Kamaru, menyatakan peningkatan IPM menjadi indikator penting pembangunan daerah. Menurutnya, penguatan akses keuangan dan ekonomi syariah menjadi bagian dari strategi mendorong kualitas hidup masyarakat.
Strategi Dorong Kualitas Pembangunan
Iskandar memaparkan peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS). Program tersebut dijalankan bersama perguruan tinggi dan Bank Indonesia.
Fokusnya pada penguatan ekosistem pangan lokal. Targetnya memastikan ketersediaan pangan bergizi dan halal. Langkah itu sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan pangan nasional.
“IPM tidak berdiri sendiri. Akses keuangan, penguatan UMKM, dan ekosistem halal ikut menentukan kualitas hidup masyarakat,” ujar Iskandar.
Bolsel saat ini memiliki empat Rumah Pemotongan Hewan dan 20 Rumah Pemotongan Unggas. Namun tenaga Juru Sembelih Halal masih terbatas. Baru empat orang yang tersertifikasi.
Pemkab berkomitmen menambah jumlah tersebut. Sertifikasi akan diperluas melalui kerja sama dengan Kementerian Agama dan mitra terkait.
Dalam forum itu juga diteken MoU optimalisasi PAD antara Pemprov Sulut dan 15 kabupaten/kota bersama Bank SulutGo. Dukungan sertifikasi halal untuk RPU Bolsel ikut disepakati.
Gubernur Yulius menyebut IPM Sulut kini berada di angka 76,3 persen. Ia menegaskan pemerataan pembangunan akan terus didorong, termasuk di Bolsel.
Kenaikan IPM Bolsel dinilai menjadi sinyal positif. Pemerintah daerah memastikan penguatan ekonomi dan akses keuangan akan terus dilanjutkan.
Penulis : Chandra Mokoagow







