Teraatoday.id,BOLMONG – Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) tidak hanya menjadi momentum mengenang dasar negara, tetapi juga diwujudkan melalui langkah nyata memperkuat ekonomi kerakyatan.
Di tengah upacara yang digelar di halaman Kantor Bupati Bolmong, Senin (1/6/2026), Bupati Yusra Alhabsyi dan Wakil Bupati Dony Lumenta (Yusra-Don) secara simbolis menyerahkan bantuan modal usaha kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Program Tenaga Kerja Mandiri (TKM).

Program dengan total anggaran Rp4,7 miliar tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kelima tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, melalui penguatan ekonomi masyarakat dari tingkat bawah.
Bupati Yusra Alhabsyi mengatakan, pembangunan daerah harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
“Semangat Pancasila harus hadir dalam kebijakan pemerintah. Karena itu, kami berupaya memastikan pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga menyentuh kesejahteraan masyarakat melalui penguatan UMKM,” ujar Yusra.
Menurutnya, bantuan modal usaha tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru.
“Ketika usaha masyarakat berkembang, maka ekonomi daerah juga akan bergerak. Ini yang terus kami dorong agar manfaat pembangunan bisa dirasakan hingga ke desa-desa,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bolmong, Abdurivai Mokoagow, menjelaskan bahwa program bantuan modal usaha tersebut merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Yusra-Don dalam memperkuat sektor UMKM.
Dari total anggaran yang disiapkan, sebanyak 1.911 pelaku usaha ditargetkan menjadi penerima manfaat pada tahap awal pelaksanaan program.
“Dalam minggu ini hingga minggu depan akan mulai dicairkan kepada sekitar 300 pelaku usaha terlebih dahulu. Penyalurannya dilakukan secara bertahap sesuai hasil verifikasi dan kelengkapan administrasi,” jelas Rivai.
Ia menegaskan seluruh proses penyaluran dilakukan secara transparan dan berbasis data agar bantuan benar-benar diterima oleh pelaku usaha yang memenuhi syarat.
1.911 Pelaku Usaha Jadi Sasaran Awal
Masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan dapat diusulkan melalui pemerintah desa dan kecamatan atau mengajukan permohonan langsung ke Disnakertrans Bolmong.
Persyaratan yang harus dilengkapi meliputi surat permohonan bantuan modal usaha, fotokopi KTP, fotokopi Kartu Keluarga (KK), serta bukti atau keterangan tempat usaha.
Setelah dokumen diterima, tim akan melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan usaha yang diajukan benar-benar aktif dan layak menerima bantuan.
“Untuk pemerataan manfaat program, satu Kartu Keluarga hanya dapat menerima satu bantuan modal usaha,” tegas Rivai.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Bolmong berharap semakin banyak usaha kecil yang tumbuh dan berkembang, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja baru serta memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan yang menjadi salah satu semangat utama Pancasila.







