Terastoday.com,BOLMONG- Harapan warga Desa Toraut, Kecamatan Dumoga Barat, untuk memiliki akses layak menuju wilayah perkebunan akhirnya mulai terjawab. Pembangunan jembatan gantung sepanjang 70 meter di Perkebunan Binuanga’ segera direalisasikan, setelah dilakukan peninjauan oleh Balai PUPR Sulawesi Utara.
Selama ini, keterbatasan infrastruktur menjadi kendala utama bagi aktivitas ekonomi warga. Jalur menuju perkebunan masih sulit dilalui, sehingga distribusi hasil pertanian berjalan tidak maksimal.

Peninjauan lokasi pembangunan telah dilakukan untuk memastikan titik koordinat yang tepat. Proyek tersebut diproyeksikan menjadi akses vital bagi mobilitas masyarakat, khususnya petani.
Di balik rencana pembangunan itu, terdapat peran jalur aspirasi yang diperjuangkan di tingkat pusat.
Sangadi Desa Toraut, Masaudin Mokoagow, menyebut bahwa program tersebut merupakan hasil dorongan representasi masyarakat Bolaang Mongondow Raya (BMR) di parlemen.
“Pembangunan ini merupakan hasil kerja Ibu Yasti Soepredjo Mokoagow di Senayan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Yasti Soepredjo Mokoagow yang bertugas di Komisi V DPR RI memiliki kewenangan dalam sektor infrastruktur, termasuk pembangunan jalan dan jembatan.
Peran itu dinilai krusial dalam menjembatani kebutuhan daerah dengan kebijakan pusat, terutama bagi wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses.
“Ini bukti bahwa aspirasi daerah bisa diperjuangkan hingga direalisasikan,” kata Masaudin.
Pemerintah desa menilai kehadiran jembatan gantung tersebut bukan sekadar proyek fisik, tetapi solusi atas persoalan lama yang dihadapi warga.
Dengan terbukanya akses, aktivitas ekonomi diperkirakan akan meningkat. Petani akan lebih mudah mengangkut hasil kebun, sekaligus mempercepat distribusi ke pasar.
Masaudin berharap, pembangunan tersebut segera dimulai setelah seluruh tahapan teknis rampung.
“Warga pun menaruh harapan besar agar proyek ini tidak berhenti di perencanaan, melainkan benar-benar terealisasi hingga tuntas,” pungkasnya.
Penulis : Chandra Mokoagow







